Tumbuh Lebih Kokoh

Aku dulu pernah benar-benar menjatuhkan hati padamu.
Kau tahu yang namanya rindu?
Aku mengumpamakannya laksana pohon.
Dulu dia mati.
Namun lama kelamaan, benihnya kembali tumbuh.
Lebih subur dari sebelumnya.
Lebih kokoh.
Lebih kuat.
Akarnya kini membumi lebih dalam di hati.
Dulu dia mati perlahan dengan sendirinya.
Sekarang ketika dia tumbuh lebih kokoh, aku mulai menaruh keraguan.
Akankah buah rindu ini milikku.
Atau milik tangan sembarangan yang memetiknya sebelum ranum.
Tentu saja aku berdoa agar kelak buah rindu ini milikku.
Aku akan memagarinya lewat doa-doa walaupun pohon rindu tak mendengar lantunan doa-doa yang tak pernah bosan kumunajatkan itu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SERIKAT PEKERJA DAN PERUNDINGAN BERSAMA

Sejarah Perkembangan Komputer