Bahagia
Bahagia itu Kita yang cipta
Kita yang punya.
Kita yang rasa.
Seseorang punya porsi bahagia masing-masing.
Sebahagian merasa bahagia dalam ketidakadaan.
Sebahagian lain merasa bahagia dalam kesederhanaan.
Sebahagian lagi merasa bahagia dengan segala kemewahan yang ada.
Bahagia sesungguhnya adalah ketika kita merasa cukup dan bersyukur atas apa yang ada.
Allah telah mengatakan bahwa siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat baginya.
Bahagia atas nikmat Allah benar-benar tak dapat dikata.
Tak perlu untaian kata para manusia-manusia pemuja.
Ya Rabb, jadikanlah hamba pribadi yang selalu bersyukur.
Dalam ada dan tiada, dalam lapang dan sempit, dalam cukup dan kurang.
Dalam tinggi dan rendah, dalam suka dan duku.
Dalam setiap nikmatmu yang kau curahkan.
Aamiin ya Rabb.
Bahagia itu Kita yang cipta
Kita yang punya.
Kita yang rasa.
Seseorang punya porsi bahagia masing-masing.
Sebahagian merasa bahagia dalam ketidakadaan.
Sebahagian lain merasa bahagia dalam kesederhanaan.
Sebahagian lagi merasa bahagia dengan segala kemewahan yang ada.
Bahagia sesungguhnya adalah ketika kita merasa cukup dan bersyukur atas apa yang ada.
Allah telah mengatakan bahwa siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmat baginya.
Bahagia atas nikmat Allah benar-benar tak dapat dikata.
Tak perlu untaian kata para manusia-manusia pemuja.
Ya Rabb, jadikanlah hamba pribadi yang selalu bersyukur.
Dalam ada dan tiada, dalam lapang dan sempit, dalam cukup dan kurang.
Dalam tinggi dan rendah, dalam suka dan duku.
Dalam setiap nikmatmu yang kau curahkan.
Aamiin ya Rabb.
Komentar
Posting Komentar