Bukan Jaminan Rasakan yang Sama
Aku pernah berdoa untuk satu nama.
Doanya seperti ini "Ya Rabb...
Jika dia baik untukku dan untuk agamaku,
Maka dekatkanlah.
Namun jika dia tidak baik untukku dan untuk agamaku,
Maka jauhkanlah"
Doa yang sama untuk nama yang sema selalu aku munajadkan.
Tak jarang beberapa kata ini berhasil membuat aliran sungai di wajahku.
Berulang kali aku ingatan menarikku kebelakang.
Ke waktu-waktu lampau yang dulu membuatku tersenyum.
Namun ketika mengingatnya kembali saat ini, aku tak lagi tersenyum.
Namun meneteskan air mata.
Hidup seaneh itu ya.
Mengalami dan mengenang hal yang sama ternyata bukan jaminan merasakan hal yang sama.
Berurai tawa ketika mengalami dan berurai tangis ketika mengenang.
Doanya seperti ini "Ya Rabb...
Jika dia baik untukku dan untuk agamaku,
Maka dekatkanlah.
Namun jika dia tidak baik untukku dan untuk agamaku,
Maka jauhkanlah"
Doa yang sama untuk nama yang sema selalu aku munajadkan.
Tak jarang beberapa kata ini berhasil membuat aliran sungai di wajahku.
Berulang kali aku ingatan menarikku kebelakang.
Ke waktu-waktu lampau yang dulu membuatku tersenyum.
Namun ketika mengingatnya kembali saat ini, aku tak lagi tersenyum.
Namun meneteskan air mata.
Hidup seaneh itu ya.
Mengalami dan mengenang hal yang sama ternyata bukan jaminan merasakan hal yang sama.
Berurai tawa ketika mengalami dan berurai tangis ketika mengenang.
Komentar
Posting Komentar