SERIKAT PEKERJA DAN PERUNDINGAN BERSAMA
Bab
I
Pendahuluan
A.
Latar
Belakang
Dalam
kegiatan ekonomi, ada beberapa hal yang menjadi faktor penentu keberhasilan
sutuperusahaan, diantaranya adalah baiknya sumber daya manusia yang dimiliki
oleh perusahaan. Para manajer sangat sadar akan nilai investasi mereka dalam
hal sumber daya manusia. Mulai dari menemukan, mempekerjakan, memotivasi,
melatih, mendisiplinkan, dan mengembangkan karyawan menjadi prioritas nomor
satu bagi mayoritas bisnis.
Adanya hubungan ketenagakerjaan (labour relations) yang merupakan hubungan berkesinambungan di antara sekolompok karyawan dengan manajemen perusahaan, memungkinkan para karyawan membentuk suatu perkumpulan atau organisasi yang dinamakan serikat karyawan. Terbentuknya serikat karyawan ini dikarenakan rasa ketidakpuasan karyawan terhadap berbagai kondisi perusahaan. Hubungan ini meliputi negosiasi kontrak tertulis menyangkut gaji, jam kerja, ketentuan kerja dan intepretasi serta pelaksanaan kontrak selama jangka waktu berlakunya. Pengetahuan tentang hubungan ketenagakerjaan dan perundingan bersama adalah penting. Pada kenyataannya, sulit memisahkan hubungan ketenagakerjaan sebagai fungsi sumber daya manuusia dari banyak aktivitas sumber daya manusia lainnya.
Penggunaan kegiatan kolektif seperti serikat karyawan ini, menciptakan berbagai kendala atau batasan baru bagi manajemen personalia. Batasan-batasan baru ini dalam praktek pelaksanaanya sulit diterima para manajer. Ini tidak berarti akhir kesuksesan dari suatu organisasi, karena masih banyak perusahaan yang sukses dalam menjalankan usahanya dengan mempunyai satu atau lebih serikat karyawan.
Adanya hubungan ketenagakerjaan (labour relations) yang merupakan hubungan berkesinambungan di antara sekolompok karyawan dengan manajemen perusahaan, memungkinkan para karyawan membentuk suatu perkumpulan atau organisasi yang dinamakan serikat karyawan. Terbentuknya serikat karyawan ini dikarenakan rasa ketidakpuasan karyawan terhadap berbagai kondisi perusahaan. Hubungan ini meliputi negosiasi kontrak tertulis menyangkut gaji, jam kerja, ketentuan kerja dan intepretasi serta pelaksanaan kontrak selama jangka waktu berlakunya. Pengetahuan tentang hubungan ketenagakerjaan dan perundingan bersama adalah penting. Pada kenyataannya, sulit memisahkan hubungan ketenagakerjaan sebagai fungsi sumber daya manuusia dari banyak aktivitas sumber daya manusia lainnya.
Penggunaan kegiatan kolektif seperti serikat karyawan ini, menciptakan berbagai kendala atau batasan baru bagi manajemen personalia. Batasan-batasan baru ini dalam praktek pelaksanaanya sulit diterima para manajer. Ini tidak berarti akhir kesuksesan dari suatu organisasi, karena masih banyak perusahaan yang sukses dalam menjalankan usahanya dengan mempunyai satu atau lebih serikat karyawan.
B.
Rumusan
Masalah
Adapun beberapa rumusan masalah
dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
-
Jelaskan tentang serikat pekerja dan
perundingan bersama!
-
Jelaskan
tentang hubungan kekaryawan internal!
C.
Tujuan
Makalah
ini disusun dengan tujuan :
1. Sebagai
pemenuhan tugas mata kuliah Menajemen Sumber Daya Manusia
2. Untuk
menambah wawasan tentang kompensasi, berbagai bentuk kompensasi, organisasi
sebagai determinan kompensasi finansial langsung dan factor penentunya.
3. Agar
dapat mengimplementasikan materi ini
dalam kehidupan sehari-hari
Bab II
Pembahasan
A. Serikat Pekerja dan Perundingan Bersama
1.
Tujuan Serikat Pekerja
Gerakan pekerja memiliki
sejarah panjang di Amerika Serikat. Meskipun setiap serikat pekerja merupakan
sebuah organisasi unik yang mengejar tujuannya sendiri, beberapa tujuan umum
mencirikan gerakan pekrja secara keseluruhan :
- Menjamin dan, jika mungkin, meningkatkan standar hidup dan status ekonomi para anggotanya.
- Meningkatkan dan, jika mungkin, menjamin keamanan individual dari anncaman-ancaman dan situasi-situasi yang bisa muncul karen flutuasi pasar, perubahan teknologi, atau keputusan manajemen.
- Mempengaruhi hubungan kekuasaan dalam sistem sosial dengan cara-cara yang mendukung dan tidak merugikan perkembangan dan tujuan serikat pekerja.
- Mamajukan kesejahteraan semua piha yang bekerja untuk kehidupan, baik itu anggota serikat pekerja atau bukan
- Menciptakan mekanisme untuk menagkal pengunaan kebijakan-kebijakan dan praktik-praktik yang subjektif dan sewengang-wenang di tempat kerja
Filosofi dasar gerakan
pekerja adalah demokrasi organisasi dan atmosfir harga diri sosial bagi para
pekerja pria dan wanita. Ada beberapa strategi yang digunakan serikat-serikat
pekerja untuk mencapai tujuannya.
2.
Strategi
Pekerja Terorganisasi untuk Gerakan yang Lebih Kuat
- Anggota serikat pekerjaan yang ditempakan secara strategis
Pentingnya jabatan yang dipegang oleh
para anggota serikat pekerja secara signifikan memperngaruhi kekuatan serikat
pekerja. Sebagai contoh, sebuah pabrik secara keseluruhan bisa berhenti
beroperasi jika para operator mesin yang tergabung dalam serikat pekerja dan menjalankan
pekerjaan yang penting memetuskan untuk mogok. Dengan demikian, sedikit anggota
serikat pekerja dengan jabatan startegis dapat mengerahkan kekuatan yang lebih
besar.
- Mengorganisasi beberapa perusahaan besar pada saat yang sama
Dimana beberapa perusahaan yang besar
bekerja sama untuk menyatukan kekuatan sehingga menghilangkan kekhawatiran
masing-masing perusahaan untuk dikalahkan oleh pesaing-pesainnya jika
perusahaan tersebut menetapkan upah yang lebih tinggi.
- Memperluas pengaruh serikat buruh
Dengan adanya sejumlah tindakan yang
akan memberikan pengaruh bagi serikat buruh tersebut. Seperti mogok kerja.
- Keterlibatan politik
Melibatkan diri dalam pendukungan
suara politik, sehingga munculnya kekuatan yang lebih besar.
- Union salting
Proses melatih para organisator
serikat pekerja untukk melamar kerja di sebuah perusahaan dan setelah diterima,
berupaya menarik para kayawan untuk bergabung dalam serikat pekerja.
- Membanjiri masyarakat
Proses di mana serikat pekerja
memenuhi masyarakat dengan para organisator untuk membidik bisnis tertentu.
- Kampanye kesadaran publik
Menuver-manuver pekerja selain
pemogokan atau pengoranisasian kampanye yang diarahkan untuk menekan pemberi
kerja agar melakukan perbaikan gaji, tunjangan, dann yang sejenisnya
- Menggalang dana pengorganisasian
- Mendampingi karyawan yang diberhentikan
- Pengorganisasian melalui kartu persetujuan
Kartu persetujuan ( Card Check)
adalah pendekatan pengorganisasian di mana para karyawan menandatangai kartu
dukungan jika mereka menginginkan pembentukan serikat pekerja. Kartu ini
berfungsi untuk mengambil pemungutan suara secara rahasia dan cepat.
3.
Alasan
Karyawan Bergabung Dengan Serikat Pekerja
- Ketidakpuasan Pada Manajemen
Beberapa penyebab ketidakpuasan
karyawan :
-
Kompensasi
-
Keamanan
Pekerjaan
-
Sikap
manajemen
- Saluran Sosial
Secara alamiah, banyak orang memiliki
kebutuhan sosial yang kuat. Mereka umumnya berada bersama orang-orang lain yang
memiliki minat dan keingan yang sama. Beberapa karyawan bergabung dengan
serikat pekerja karena alasan yang tidak lain adalah mengambil manfaat dari
kegiatan-kegiatan rekreasi dan sosial yang disponsori seeikat pekerja yang
menyenangkan bagi para anggota keluarganya.
- Peluang Untuk Kepemimpinan
Beberapa orang menginginkan peran
kepemimpinan, tapi tidak selalu mudah bagi seorang karyawan operasi untuk
melangkah ke dalam manajemen.
- Pembentukan serikat pekerja yang diwajibkan
Dengan adanya Hukum Hak Bekerja ( right-to-work laws) melarang manajemen dan
serikat pekerja membuat kesepakatan yang mewajibkan keanggotaan serikat pekerja
sebagai pesyaratan kerja.
- Tekanan rekan kerja
Beberapa orang akan bergabung dengan
serikat pekerja karena mereka didesak oleh para anggota lainnya dalam kelompok
kerja.
Struktur Serikat Pekerja
- Serikat pekerja lokal
Terbagi menjadi serikat pekerja
profesi dan serikat pekerja industrial
Serikat pekerja profesi yaitu, unit
perundingan seperti serikat pekerja tukang kayu, yang biasanya terdiri dari
para anggota profesi atau keterampilan tertetu dalam wilayah yang spesifik.
Serikat kerja industrian yaitu, unit
perundingan yang umumnya terdiri dari seluruh pekerja dalam pabrik atau
kelompok pabrik tertentu.
- Serikat Pekerja Nasional
Serikat pekerja nasional terdiri dari
serikat-serikat pekerja lokal yang terikat perjanjian dengannya.
- American Federation Of Labor And Congress Of Industrial Oraganizations ( AFL-CIO)
AFL-CIO adalah organisasi
serikat-serikat pekrja nasional yang terikat secara tidak ketat dan memiliki
kekuatan atau kendali formal yang kecil.
Aktifitas utama AFL-CIO meliputi
hal-hal sebagai berikut :
- Meningkatkan citra pekerja teroganisasi
- Melakukan lobi ekstensif mewakili kepentingan-kepentingan pekerja
- Mendidik secara politik komunitasnya dan pihak lainya melalui COPE
- Menyelesaikan perselisihan di antara serikat-serikat pekerja nasional
- Menetapkan kebijakan atas urusan internal serikat-serikat pekerja anggota
4.
Mebangun
Hubungan Perudingan Bersama
Perundingan Bersama (collective
bargainin) sebagai :
Pelaksanaan kewajiban
timbal balik dari pemberi kerja dan perwakilan para karyawan untuk bertemu pada
waktu yang tepat dan berbicara dengan itikad baik mengenai upah, jam kerja
serta syarat dan ketentuan kerja lainnya, atau negosiasi mengena suatu
perjanjian, atau setiap pertanyaan yang muncul sehubunga hal-hal tersebut, dan
pelaksanaan kontrak tertulis yang menyertai setiap perjanjian yang dicapai jika
diperlukan oleh kedua pihak, namun kewajiban tersebut tidak memaksa kedua pihak
untuk menyetujui sebuah proposal atau mengharuskan dibuatnya suatu konsesi.
Unit perundingan (bargaining unit)
terdiri dari sekelompok karyawan, yang tidak harus anggota serikat pekerja,
yang diakui oleh pemberi kerja atau disertifikasi oleh sebuah lembaga
administrasi sebagai unit yang layak mewakili organisasi pekerja untuk
keperluan kesepakatan bersama.
Langkah-langkah
pembentukan unit perundingan
1.
Penandatangan
Kartu Otoritas
Kartu
Otoritas adalah dokumen yang menunjukan bahwa karyawan ingin diwakili oleh
organisasi pekerja dalam perundingan bersama.
L. Eksternal
L. Internal
Penandatanganan
Kartu Otoritatas
|
Kampanye
Pemilihan
|
Petisi
untuk Pemilihan
|
Pemilihan
dan Sertifikasi
|
2.
Petisi
untuk Memilih
Jika
petisi telah diajukan selanjutnya NLRB melalukan penyelidikan. Tujuan dari
penyelidikan tersebut adalah untuk
menentukan, antara lain, hal-hal berikut ini:
1)
Ada
tidaknya kewenangan Dewan untuk melaksanakan pemilihan.
2)
Ada
tidaknya bukti yang cukup menunjukan keinginan karyawan untuk mengesahkan
adanya pemilihan.
3)
Ada
tidaknya pertanyaan mengenai keterwakilan
4)
Ketepatan
para karyawan unit perundingan yang diikutsertakan dalam pemilihan
5)
Pemenuhan
syarat perwakilan yang disebut dalam petisi
6)
Ada
tidaknya hambatan bagi pemilihan dalam bentuk kontrak yang masih berlaku atau
pemilihan terdahulu yang dilakasanakan dalam 12 bulan terakhir.
3.
Kampanye
Pemilihan
Di mana para serikat kerja dan
manajemen mempromosikan pendapat-pendapat mereka secara aktif sehingga
mendorong karyawan untuk bergabung dengan serikat pekerja, dan manajemen bisa
memulai sebuah kampanye untuk menyampaikan kepada para karyawan keuntungan
tetap tanpa serikat pekerja.
Kampanye dianggap tidak sah apabila
dinilai mengandung tindakan yang dianggap NLRB mengganggu kebebesan memilih
para karyawan. Contoh dari tindakan tersebut sebagai berikut :
·
Mengancam
menghilangkan pekerjaan atau tunjangan untuk mempengaruhi suara para karyawan
atau aktivitas serikat pekerja.
·
Pemberi
kkerja atau serikat pekerja salah mengutarakan fakta-fakta penting dalam
kampanye pemilihan saat pihak lainnya tidak memiliki kesempatan untuk
menanggapi.
·
Baik
pemberi kerja maupun serikat pekerja menghembuskan prasangka rasial atau
keagamaan dengan gaya kampanye yang proaktif.
·
Pemberi
kerja memecat para karyawan untuk menekan atau mendorong aktivitas serikat
pekerja mereka atau pekerja menyebabkan pemberi kerja malakukan tindakan
tersebu.
·
Pemberi
kerja atau seikat pekerja menyampaikan pidato kampanye kepada sekelompok
karyawan pada jam kerja perusahaan dalam 24 jam sebelum pemilihan.
4.
Pemilihan
dan Sertifikasi
NLRB memantau pemilihan dengan
pemungutan suara rahasia pada tanggal yang ditetapkan. Wakil-wakilnya
bertanggung jawab untuk memastikan bhawa hanya karyawan yang memenuhi syarat
yang memberikan suaranya, dan untuk menghitung suara yang masuk. Mengikuti
pemilihan yang sah, dewan akan menerbitkan sertifikasi dari hasil kepada para
peserta.
5.
Perundingan
Bersama
Perundingan bersama adalah proses
yang berkelanjutan dan dinamis, dan persiapan untuk negosiasi-negosiasi babk
berikutnya seringkali dimulai pada saat sebuah kontrak diratifikasi.
Setelah NLRB meyertifikasi serikat
pekerja upaya-upaya bisa dimulai untuk menegosiasikan kontrak. Proses
perundingan bersama besifat mendasar bagi hubungan serikat pekerja dan
manajemen di Amerika Serikat.
a.
Melalukukan
persiapan untuk negosiasi
Tahap ini bersifat luas dan panjang
bagi serikat pekerja maupun manajemn
b.
Pihak
berbicara untuk mencapai kontrak tibmal balik yang bisa diterima
c.
Mencapai
kesepakan yang mendefinisikan aturan mengenai masa berlaku kontrak.
d.
Meratifikasi
perjanjian
Yang sangat penting bagi pihak-pihak
yang terlibat adalah aspek-aspek psikologis perundingan bersama. Secara
psikologis, proses perundingan bersama seringkali sulit karena hal tersebut
merupakan situasi yang berlawanan dan harus diselesaikan oleh pihak-pihak itu
sendiri.
6.
Mempersiapkan
Negosiasi
Menjelang pertemuan di meja
perundingan, para negosiator harus benar-benar mengetahui budaya, iklim,
sejarah, keadaan ekonomi saat ini, serta struktur gaji dan upah dari organisasi
tersebut maupun organisasi yang serupa.
Isu-Isu Perundingan :
a.
Isu
perundingan wajib ( mandatory bargaining
issues) yang tercakup dalam penetapan upah, jam kerja, serta syarat dan
ketentuan kerja lainnya. Isu ini berpengaruh seketika dan langsung pada
pekerjaan para karyawan.
b.
Isu
perundingan bebas (Permissive bargaining issues) isu-isu yang muncul , namun tidak ada pihak yang bisa
mendesak agar isu-isu tersebut dirundingkan.
c.
Isu-isu
perundingan terlarang (prohibited bargaining issues), isu-isu yang menurut
undang-undang merupakan pelanggaran hukum dalam perundingan bersama.
Proses
Perundingan Bersama
Lingkungan
Eksternal
Linkgungan Internal
Persiapan Negosiasi
|
Isu-Isu Perundingan
|
Negosiasi
|
Kemacetan
Negosiasi
|
Mencapai Kesepakatan
|
Meratifikasi
Perjanjian
|
Melaksanakan
Perjanjian
|
Mengatasi Kemacetan
|
7.
Isu-Isu
Perundingan
a.
Pengakuan
Bagian ini muncul di awal perjanjian
ketenagakerjaan. Tujuannya adalah mengindentifikasi serikat pekerja yang diakui
sebagai perwakilah perundingan dan mendeskripsikan unit perundingan, yaitu para
karyawan untuk siapa serikat pekerja dibicarakan.
b.
Hak-Hak
Manajemen
Hak-hak manajemen umumnya meliputi :
1.
Kebebesan
memilih tujuan bisnis perusahaan
2.
Kebebesan
menentukan ke mana aset-aset material perusahaan akan dalokasikan
3.
Kekuasaan
untuk mengambil tindakan disiplin dengan alasan tertentu.
c.
Jaminan
Serikat Pekerja
Tujuannya untuk mematikan bahwa
serikat pekrja akan tetap ada dan menjalankan fungsinya.
Beberapa bentuk dasal klausul jaminan
serikat pekerja :
a.
Closed
Shop
Ketentuan bahwa keanggotaaan serikat
pekerja merupakan prasyarat kerja.
b.
Unio
Shop
Ketentuan yang mewajibkan seluruh
karyawan menjadi anggota serikat pekerja setelah periode waktu yang ditentukan
(secara legal, minimum 30 hari) atau setelah ketentuan union shop dinegosiasi.
c.
Pemeliharann
Keanggotaan
Setiap para karyawan yang bergabung
dalam serikat pekerja harus melanjutkan keanggotaan mereka sampai berakhirnya
perjanjian, sebagi syarat untuk bekerja.
d.
Agency
Shop
Perjanjian yang mewajibkan setiap
karayawan unit perundingan yang bukan anggota serikat perkerja untuk membayar
kepada serikat pekerja nilai yang sertara iuan keanggotaan.
e.
Open
Shop
Sistem kerja ddengan perlakuan yang
setara terhadap karyawan yang menjadi anggota serikat pekerja maupun yang bukan
anggota serikat pekerja
f.
Pemungutan
Iuran
Perjanjian di mana perusahaan setuju
untuk memungut iuaran serikat pekerja dari bayaran para anggota dan
menyampaikan uang tersebut langsung kepada serikat pekerja.
d.
Kompensasi
Beberapa item yang sering disetakan
sebagai berikut :
a)
Datar
Tarif Upah
Tarif dasar yang dibayarkan setiap
tahun kontrak untuk setiap jabatan.
b)
Bayara
Lembur atau Premium
Meliputi jam kerja, bayaran lembur,
bayaran bahaya, dan bayaran premiun, seperti perbedaan giliran
c)
Bayaran
Juri
d)
Bayaran
Pemberhentian atau Pesangon
e)
Hari
Libur
f)
Cuti
g)
Perawatan
Keluarga
e.
Prosedur
Keluhan
Berisi cara-cara yang bisa dilakukan
para karyawan untuk menyuarakan ketidakpuasan terhadap atau permintaan akan
tindakan manajemen tertentu.
f.
Jaminan
Karyawan
Disini berlakunya senioritas yang
menjadi prioritas untuk dipertimbangkan pertama kali untuk dipromosikan ke
jabatan-jabaran dengan level yang lebih tinggi.
Menegosiasi Perjanjian
Komunikasi yang jelas dan
terbuka adalah kunci keberhasilan dalam negosiasi perjanjian.
Beachhead demands :
Tuntutan yang tidak
diharpakan oleh serikat pekerja akan dipenuhi ooleh manajemen saat pertama kali
diajukan.
Pekerja
Sen Tambahan per Jam 10 15 20 25 30 35 40
Yang Diminta
Tawaran Final Pekerja Plan B Plan A
(sebelum pemogokan) Pekerja Pekerja
10 15 20 25 30 35 40
Manajemen
Sen Tambahan per Jam
yang ditawarkan
Rencana A Rencana B Tawaran Final
Manajemen Manajemen Manajemen
(sebelum pelarangan bekerja)
8.
Kemacetan
dalam Negosiasi
Beberapa cara untuk menghilangkan
hambatan-hambatan dapat digunakan untk membuat negosiasi kembali berjalan
lancar.
1)
Intervensi
Pihak Ketiga
pihak ketiga yang netral memasuki
negosiasi dan berusaha menfasilitasi penyelesaian perselisihan ketenagakerjaan
ketika kebuntuan perundingan yang terjadi
Proses di mana perselisihan diajukan
kepada pihak ketiga yang netral untuk mendapatkan keputusan yang mengikat.
o
Arbitrase
Hak
Arbitrase yang berkenaan dengan
perselisihan dalam hal penafsiran dan penerapan berbagai ketentuan dari kontrak
yang ada.
o
Arbitrase
Kepentingan
Arbitrase yang berkenaan dengan
perselisihan di seputar ketentuan-ketentuan dalam perjanjian perundingan
bersama yang diusulkan.
2)
Strategi
Serikat Pekerja untuk Mengatasi Kemacetan Negosiasi
Tindakan para anggota serikat pekerja
yang menolak untuk bekerja dalam rangka memberikan tekanan kepada manajemen
dalam negosiasi
o
Boikot
Sekunder
Kesepakatan oleh para anggota serikat
pekerja untuk menolak menggunakan atau membeli produk-produk perusahaan
o
Taktik
Lainnya
§ Pemogokan Nama
Penulis surat kabar menolak
menuliskan nama mereka dalam artikel.
§ Unjuk Rasa Informasi
Pengguna para anggota seikat pekerja
untuk menunjukan poster-poster dan selebaran-selebaran, biasanya di luar tempat
kerja mereka, yang menjelaskan informasi-informasi yang ingin disampaikan
serikat pekerja kepada masyarakat.
3)
Strategi
Manajemen untuk Mengatasi Kemacetan Negosiasi
Keputusan manajemen untuk menahan
para karyawan di luar tempat kerja dan menjalankan operasi dengan para personil
manjemen dan/ atau para karyawan pengganti untuk mendorong serikat pekerja
kembali ke meja perundingan
9.
Meratifikasi
Perjanjian
Setelah perjanjian diratifikasi
selanjutnya akan dilaksanakan. Manajemen paling bertanggung jawab untuk
menjelaskan dan melaksanakan perjanjian.
10. Perundingan Bersama Di Sektor Publik
11. Disertifikasi Serikat Pekerja
Disertifikasi adalah kebalikan dari
proses yang harus diikuti para karyawan untuk diakui sebagai unit perundingan
resmi.
o
Minimal
30 % anggota unit perundingan harus
mengajukan petisi untuk pemungutan suara
o
Petisi
harus diajukan antara 60 sampai 90 hari sebelum berakhirnya kontrak yang
berlaku.
o
Penjadwalan
pemungutan suara untuk desertifikasi secara rahasia oleh direktur regional NLRB
Manajemen dapat terlibat maupun
terlibat secara ilegal dalam desertifikasi, manajemen harus belajar untuk
alih-alih pasif. Manajemen dapat memberi bantuan hukum kepada para karyawan
dalam mepersiapakan desertifikasi.
12.
Serikat
Pekerja Dewasa Ini
Pada kondisi saat ini serikat pekerja
mengalami kesulitan. Seperti yang digambarkan dalam tabek berikut.
B. HUBUNGAN KEKARYAWANAN INTERNAL
- Defininis Hubungan Kekaryawanan Internal
Hungan Kekaryawanan Internal adalah
aktivitas-aktivitas manajemen sumber daya manusia yang berhubungan dengan
perpindahan karyawan dalam organisasi.
- Employment at Will
Employement at Will adalah kontrak tidak tertulis yang tecipta ketika
seorang karyawan setuju bekerja untuk pemberi kerja namun tidak adda
kesepakatan mengenai seberapa lama pihak-pihak tersebut mengharapkan hubungan
kerja itu berlangsung.
- Disiplin dan Tindakan Disipliner
Disiplin adalah kondisi kendali diri
karyawan dan perilaku tertib yang menunjukan tingkat kerja sama tim yang
sesungguhnya dalam suatu organisasi.
Tindakan disipliner adalah mengenakan
sanksi terhadap karyawan yang gagal memenuhi standar.
- Proses Tindakan Disipliner
Lingkungan
Eksternal
Lingkungan Internal
Menetapkan Tujuan
Organisasi
|
Membuat Peraturan
|
Mengomunikasikan
peraturan kepada para karyawan
|
Mengamati Kinerja
|
Membandingakan
Kinerja dengan Peraturan
|
Mengamati
Tindakan Disipliner yang Tepat
|
Pendekatan-Pendekatan Tindakan
Disipliner
Tindakan disipliner harus memiliki
konsekuensi sebagai berikut :
a.
Membakar
dengan segera.
Jika tindakan disipliner diambil, hal
tersebut harus muncul dengan segera sehingga orang yang bersangkutan akan
mengerti alasan dari tindakan itu.
b.
Memberikan
peringatan.
c.
Memberikan
hukuman yang konsistern
d.
Membakar
tanpa pandang bulu.
Tindakan disipliner harus bersifat
impersonal. Tungku panas membakar setiap orang yang menyentuhnya, tanpa pilih
kasih.
Bertujuan untuk mamastikan bahwa sanksi
minimum yang diberikan sudah tepat untuk sebuah pelanggaran.
Gambar
Tabel
Proses dimana karyawan diberi cuti
dibayar untk memikirkan tentang tindakan ia mengikuti peraturan dan tetap
bekerja untuk perusahaan.
Masalah-Masalah dalam Pelaksanaan Tindakan
Disipliner
1)
Kurangnya
pelatihan
2)
Rasa
takut
3)
Menjadi
satu-satunya
4)
Rasa
bersalah
5)
Kehilangan
persahabatan
6)
Hilangnya
waktu
7)
Kehilangan
kendali diri
8)
Rasionalisasi
- Penanganan Keluhan Berdasarkan Perjanjian Perundingan Bersama
Prosedur Keluhan
Keluhan adalah ketidakpuasan seorang
karyawan atau perasan dipelakukan tidak adil sebagai pribadi sehubungan dengan
pekerjaannya.
Prosedur keluhan adalah sebuah proses
formal dan sistematis yang memungkinkan para karyawan mengungkapkan keluhan
tanpa membahayakan pekerjaan mereka.
Kondisi-kondisi yang bisa menimbulkan
keluhan :
-
Pelanggaran
hukum
-
Pelanggaran
atas tujuan dari pihak-pihak yang ditetapkan selama negosiasi kontrak.
-
Pelanggaran
peraturan perusahaan
-
Perubahan
dalam kondisi kerja atau praktik perusahaan di masa lalu
-
Pelanggaran
standar-standar kesehatan dan/atau keselamatan
Prinsip umum yang didasarkan pada
praktik yang digunakan secara luas bisa menjadi panduan yang berguna untuk
administrasi keluhan yang efektif.
-
Hal-hal
yang dikeluhkan harus diperbaiki dengan segera
-
Prosedur-prosedur
dan formulir-formulir yang digunakan untuk menyampaikan keluhan harus mudah
digunakan dan dipahami dengan baik oleh para karyawan dan atas mereka.
-
Harus
ada jalur tuntutan yang langsung dan tepat dari pengendalian supervisi lini.
Gambar.
Arbitrase
Arbitrase adalah prosedur keluhan
yang telah menyelesaikan banyak masalah manajemen ketenagakerjaan secara sukses
dan damai.
Bebagai faktor yang dapat digunakan
untuk mengevaluasi keadilan dari tindakan manajemen yang menyebabkan keluahan :
-
Karakteristik
dari pelanggaran
-
Proses
kelayakan dan ketepatan prosedural
-
Bahaya
ganda
-
Riwayat
masa lalu penyampaian keluhan
-
Masa
kerja bersama perusahaan
-
Pengetahuan
tentang peraturan-peraturan
-
Peringantan-peringatan
-
Penegakan
aturan yang lunak
-
Perlakuan
diskriminasi
Bukti DiperlakukannyaTindakan
Disipliner
Harus memiliki informasi-informasi
sebagai berikut :
1.
Pertanyaan
mengenai fakta-fakta yang terakait dengan pelanggaran
2.
Indentifikasi
peraturan yang telah dilanggar
3.
Pernyataan
mengenai apa akibat atau yang bisa diakibatkan ole pelanggaran tersebut
4.
Identifikasi
atas pelanggaran yang serupa sebelumnya ole orang yang sama
5.
Pernyataan
mengenai kosekuensi-konsekuensi yang mungkin terjadi di masa depan jika
pelanggaran tersebut muncul lagi.
6.
Tanda
tangan dan tanggal
Penanganan Keluhan dalam
Organisasi-organisasi Tanpa Serikat Pekerja
Agar sistem penangan keluhan ini
berfungsi, para karyawan harus memahami dengan baik tentang program tersebut
dan diyakinkan bahwa manajemen ingin menggunakannya.
- Omdudsman
Pejabat keluhan yang memiliki akses
ke manajemen puncak dan bertugas mendengarkan keluhankaryawan, menyelidiki, dan
merekomendasikan tindakan yang tepat.
- Pemberhentian
Pemberhentian (termination) adalah
hukuman terberat yang bisa diberikan
organisasi kepada karyawan, dengan demikian, hukuman tersebut harus menjadi
bentuk tindakan disipliner yang dipertimbangkan secara sangat cermat.
Penyelesaian perselisihan : prosedur
di mana karyawan dan perusahaan menyepakati di depan bahwa setiap masalah akan
diselesaikan dengan cara-cara yang disepakati.
Pemberhentian Karyawan
Pemberhentian Karyawan
Nonmanajerial/Nonprofesional
Pemberhentian orang yang bukan manjer
dan bukan pula orang yang terlatih secara profesional seperti insinyur dan akuntan.
Diberhentikan dengan cara didefinisikan dengan jelas dalam perjanjian antara
pekrja dengan manajemen.
Pemberhentian Eksekutif
Alasan pemberhentian Eksekutif,
sebagai berikut :
-
Penurunan
Ekonomi. Terkadang, kondisi bisnis bisa memaksa dilakukannya pengurangan dalam
jumalh eksekutif.
-
Reorganisasi/perampingan.
Dalam rangka meningkatkan efisiensi atau sebagai hasil merger dengan perusahaan
lain, sebuah perusahaan bisa melakukan
reorganisasi atau perampingan, yang berakibat pada pengharpusan beberapa posisi
eksekutif.
-
Perbedaan
filosofis. Perbedaan dalam filosofi untuk menjalankan bisnis bisa terjadi
antara seorang eksekutif dengan pejabat kunci lainnya dalam perusahaan.
-
Pernurunan
produktivitas. Eksekutifk mungkin mampu mencapai kinerja yang memuaskan di masa
lalu, namun untuk berbagai alasan, tidak mampu lagi menjalankan pekerjaannya
seperti yang diharapkan.
Pemberhentian Manajer
Tingkat Menengah dan Bawah serta Para Profesional
Pemberhentian didasarkan pada sikap
atau perasaan seorang atasan langsung pada hari tertentu.
- Demosi sebagai Alternatif Pemberhentian
Demosi adalah proses memindahkan
seorang karyawan ke tingkat tugas dan tanggung jawab yang lebih rendah, yang
biasanya juga mencakup pengurangan bayaran.
- Transfer
Transfer adalah perpindahan lateral
dari seorang karyawan dalam suatu organisasi.
Promosi
Promosi adalah perpindahan seseorang
ke sebuah posisi pada level yang lebih tinggi dalam organisasi.
Pegunduran Diri
Sekalipun sebuah organisasi
berkomitmen penuh untuk membuat lingkungannya tempat yang bagus untuk bekrja,
ara karyawan akan tetap mengundurkan diri. Seperti tidak terlihat peluang
promosi. Yang biasa mengundurkan diri adalah karyawan yang kompeten karena
lebih leluasa bergerak.
Menganalisis Pengunduran Diri
Sukarela
Wawancara pengunduran diri :
Cara untuk mengungkap alasan
sebenarnya bagi para karyawan untuk meninggalkan pekerjaan mereka, wawancara
tersebut dilaksanakan sebelum karyawan meninggalkan perusahaan dan memberikan
informasi mengenai cara memperbaiki penyebab ketidakpuasan dan mengurangi
turnover.
Wawancara pengunduran diri biasanya
mengikuti format sebagai berikut :
Kuesioner pescapengunduran diri :
Kuesioner yang dikirimkan kepada para
mantan karyawan beberap minggu setelah mereka meninggalkan perusahaan untuk
menemukan alsan sebenarnya mereka mengundurkan diri.
Survey sikap : Cara untuk
mempertahankan Karyawan yang Berkualitas
Survei sikap :
Survei yang mencari masukan dari para
karyawan untuk mengungkap perasaan mereka terhadap topik-topik seperti
pekerjaan yang mereka jalankan, atasan mereka, lingkungan kerja mereke,
fleksibelitas di tempat kerja, peluang untuk maju, kesempatan untuk pelatihan
dan pengembangan, dan sistem kompensasi perusahaan.
Pemberitahuan Awal Pengunduran Diri
Sebagian besar perusahaan
mengharapkan pemberitahuan penguduran diri selambat-lambatnya dua minggu
sebelumnya. Namun, pemberitahuan sebulan sebelumnya mugkin diharpkan dari para
karyawan profesional dan manajerial yang ingin meninggalkan perusahaan.
Pensiunan
Banyak karyawan yang meninggalkan
perusahaan karena pensiun. Alternatif yang menarik dalam pengurangan jumlah
karyawan adalah pensiun dini, tetapi hal ini memberikan dampak negatif dan
perusahaan mulai enggan menggunakannya. Memungkinkan karyawan terbaik akan
meninggalkan perusahaan apabila pensiun dini dilakukan.
Daftar Pustaka
Gary
Dessler, 2008. Human Resoure Management.
Eleventh Edition. Pearson Education International.
Mondy,
Wayne. 2008. Human Resource Management.
Ohio USA : South Western College Publishing
Komentar
Posting Komentar