Pengamen apa Penga(nggu)men?
Sore ini saya bakalan nulis tentang satu hal yang menarik untuk direnungkan. Hal menarik ini saya temukan dalam perjalanan menuju tanah kelahiran.
Nggak asing ya kalau kita menggunakan angkutan umum dalam berpergian pasti bakal banyak ditumpangi pengamen, pedagang asongan, dan beberapa saudara-saudara kita yang mengharap sedikit harta yang dititipkan Allah untuk kita.
Ada nggak sih temen-temen yang ngerasa keganggu dengan kehadiran mereka?
Mungkin ada yaa? :D (Hayoo ngaku, Hayoo ngaku)
Terkadang memang mereka hadir di saat yang tidak tepat. Misalnya saat sahabat lagi ngantuk nggak ketolongan. Atau saat sahabat lagi pusing dan mabuk darat (kan kalau lagi pusing denger berisik gitu level pusingnya jadi meningkat ya :).
Seandainya kita bisa berpihak di posisi mereka dalam waktu 15 menit yang mereka gunakan. Alangkah lelahnya mereka. (Saya fokusnya dipengamen aja yaa). Ketika bernyanyi dalam posisi berdiri di bus, dengan goncangan-goncangan saat bus melaju. Bukan hal yang mudah bukan? Kondisi seperti ini akan mempengaruhi performance mereka terutama kualitas suara yang dihasilkan.
Sayangkan.... dengan usaha mereka yang seperti itu hanya dibayar 5 ribu saja yang terkumpul dari penumpang bus.
5ribu???? OMG... HELLO??!!
Ya iyalah orang yang apresiasi cuma 2 atau 3 orang saja dari belasan penumpang.
Coba kalau masing-masing penumpang ngasih 1rb per orang minimal, kan lumayan buat sebungkus nasi (biar ada power untuk nyanyi di bus selanjutnya).
Sahabat kita nggak perlu takut untuk berbagi. Karena sebenarnya apa yang milik kita saat ini belum seutuhnya milik kita, namun apa yang telah kita beri itulah sesungguhnya milik kita. Kenapa takut memberi, sedangkan apa yang kita miliki saat ini semuanya adalah pemberian.
Sama-sama belajar memberi yuk :)
Biar Allah makin cinta.
Nggak asing ya kalau kita menggunakan angkutan umum dalam berpergian pasti bakal banyak ditumpangi pengamen, pedagang asongan, dan beberapa saudara-saudara kita yang mengharap sedikit harta yang dititipkan Allah untuk kita.
Ada nggak sih temen-temen yang ngerasa keganggu dengan kehadiran mereka?
Mungkin ada yaa? :D (Hayoo ngaku, Hayoo ngaku)
Terkadang memang mereka hadir di saat yang tidak tepat. Misalnya saat sahabat lagi ngantuk nggak ketolongan. Atau saat sahabat lagi pusing dan mabuk darat (kan kalau lagi pusing denger berisik gitu level pusingnya jadi meningkat ya :).
Seandainya kita bisa berpihak di posisi mereka dalam waktu 15 menit yang mereka gunakan. Alangkah lelahnya mereka. (Saya fokusnya dipengamen aja yaa). Ketika bernyanyi dalam posisi berdiri di bus, dengan goncangan-goncangan saat bus melaju. Bukan hal yang mudah bukan? Kondisi seperti ini akan mempengaruhi performance mereka terutama kualitas suara yang dihasilkan.
Sayangkan.... dengan usaha mereka yang seperti itu hanya dibayar 5 ribu saja yang terkumpul dari penumpang bus.
5ribu???? OMG... HELLO??!!
Ya iyalah orang yang apresiasi cuma 2 atau 3 orang saja dari belasan penumpang.
Coba kalau masing-masing penumpang ngasih 1rb per orang minimal, kan lumayan buat sebungkus nasi (biar ada power untuk nyanyi di bus selanjutnya).
Sahabat kita nggak perlu takut untuk berbagi. Karena sebenarnya apa yang milik kita saat ini belum seutuhnya milik kita, namun apa yang telah kita beri itulah sesungguhnya milik kita. Kenapa takut memberi, sedangkan apa yang kita miliki saat ini semuanya adalah pemberian.
Sama-sama belajar memberi yuk :)
Biar Allah makin cinta.
Komentar
Posting Komentar