Bagian Termanis

Menjadi mahasiswa adalah hal yang sangat didambakan.
Jauh-jauh hari sudah menyusun serangkaian rencana untuk status yang disebut mahasiswa ini.
Ketika masih mengenakan rok merah, baju putih, dasi merah, dan topi merah putih bertuliskan "Tut Wuri Handayani".
Sudah terbayang betapa indahnya menyandang status Mahasiswa.
Dalam usia sekecil itu, sudah memikirkan PTN mana yang akan dipilih.

Ketika sudah menjadi Mahasiswa, memang apa yang dibayangkan benar-benar indah adanya. Hal ini bertahan hingga semester tujuh. Dengan berakhirnya semester tujuh, saat itulah  beban skripsi melanda.


Entahlah, tidak ingin sebenarnya mengatakan hal ini sebagai beban, namun memang itu yang dirasakan.
Beban pikiran, beban fisik, beban mental, dan beban finansial.
Walau bagaimanapun, hal ini harus tetap dilewati.

Meneteskan air mata mungkin menjadi suatu pengalaman yang tak bisa dihindari, entah bagiku saja atau bahkan bagi mereka yang juga rasakan hal sama.
 Memang tak selalu pahit, manispun ada.
Manis ketika bahagia, bahagia walau hanya sekedar bertemu beberapa temen yang sedang memperjuangkan hal yang sama.
Saling berbagi cerita sambil menunggu pembimbing.

Tak hingga penat bagaimanapun, yang penting cepat menyelesaikannya.

Kadang semua tak sesuai yang diharapkan, banyak aral melintang yang harus dilewati.
Harus dilewati dengan sabar, ikhlas, semangat, dan tetap bahagia.
Harus pandai mengambil hikmah agar hati tak gundah, agar tangis tak pecah, agar mata tak merah.
Harus bersabar hati, hingga apa yang diharapkan terwujud.
Ilmu yang nantinya akan digunakan untuk beramal. Insyaallah... 

Lagi-lagi harus bisa mengambil hikmah atas apa-apa yang terjadi, inilah bagian termanis dalam setiap hal yang dilalui dalam kehidupan.
Tak ada yang lebih manis dari ini.
Ini paling manis.
Paling manis.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SERIKAT PEKERJA DAN PERUNDINGAN BERSAMA

Sejarah Perkembangan Komputer